Pemiluka Inhil, Fraksi Golkar tak Satu Suara

Rabu,17 Oktober 2012 | 12:35:00 WIB Dibaca: 1004 kali
Pemiluka Inhil, Fraksi Golkar tak Satu Suara
Ket Foto :

Tembilahan, Utusanriau.com  - Menjelang pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Inhil pertengahan 2013 mendatang, suhu politik di Kota Tembilahan semakin memanas. Apalagi, masa jabatan Bupati Inhil, Indra M Adnan yang sudah dua periode memberi kesempatan kepada semua calon untuk memenangkan Pemilukada tersebut.

Sebagai partai yang berkuasa, Golkar Inhil juga mempersiapkan kader-kader terbaik mereka untuk melanjutkan kepemimpinan Indra M Adnan di Negeri Seribu Jembatan ini. Namun, sejauh ini belum terlihat, siapa kader dari Golkar yang siap mengantikan posisi Bupati tersebut.

Dari informasi beredar, untuk calon Bupati 2013 nanti, Golkar akan mengusung figur dari luar partai, diantaranya Kepala BPMPD Inhil Edy Syafwannur yang merupakan adik ipar Indra M Adnan atau Asisten III Pemrov Riau Ramli Walid yang juga adik Ketua Golkar Inhil Raus Walid.

Munculnya dua nama yang akan dipasang Golkar pada Pemilukada nanti ditanggapi beragam oleh sejumlah anggota DPRD Inhil yang berasal dari Partai Golkar.  Sebagian dari mereka mendukung Edy Syafwannur dan sebagian lagi mendukung Ramli Walid.

Adanya tanda-tanda keretakan di tubuh Partai berlambang beringin ini juga disebabkan karena sebagian kader menginginkan figur yang akan diusung Golkar sebaiknya dari internal partai, bukan dari luar.

Pasalnya, saat ini masih banyak kader-kader Golkar yang memiliki potensi untuk mengantikan posisi Indra M Adnan sebagai Bupati Inhil, seperti Ketua DPRD Raus Walid, Ketua Fraksi Golkar Kartika Roni, Sekretaris Komisi I Elda Suhanura dan juga anggota Komisi I Yusuf Said.

Saat Partai Golkar menggelar rapat internal di ruangan fraksi Golkar beberap waktu lalu, diduga telah terjadi perdebatan antara kader-kader Golkar yang duduk di DPRD terkait figur yang akan didukung pada Pemilu Kada nanti.

Namun, saat ditanyakan persoalan rapat internal itu kepada Ketua Fraksi Golkar Kartika Roni, dia tidak dapat menjelaskan lebih jauh dan hanya melemparkan senyum seraya tertawa. Sementara, Ketua Komisi I Elda Suhanura menegaskan bahwa tidak ada permasalahan yang terjadi, karena sampai detik ini Golkar Inhil tetap solid.

"Tak ada yang diperdebatkan terkait figur yang akan diusung Golkar, kita tetap solid dan Golkar tetap optimis memenangkan Pemilu Kada 2013 nanti," katanya.

Kendati demikian, sebagian kader Golkar yang duduk di DPRD mengaku popularitas Edy Syafwannur dimata masyarakat terus meningkat serta mendapat perhatian. Apalagi, sebagai Kepala BPMPD Inhil, Edy terlihat pro aktif melakukan kunjungan kesejumlah daerah di Kabupaten Inhil untuk menjalankan program pemerintah melalui instansi yang dipimpinnya, termasuk program Desa Mandiri.

Selain Kepala BPMPD, saat ini Edy juga menjabat sebagai Ketua PGRI Inhil dan Ketua Yayasan Tasik Gemilang. Bahkan, isu berkembang beberapa minggu kedepan Bupati Inhil akan melakukan rotasi terhadap pejabat eselon II dan III untuk menempatkan Edy sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

"Kalau saja Pemilu Kada Inhil dilaksanakan pertengahan tahun 2012 ini, saya yakin Edy Syafwannur akan terpilih sebagai Bupati. Karena setiap hari kita perhatikan dia rajin turun kedaerah. Ibarat balapan, calon-calon lain sudah ketinggalan tiga lap, sementara calon lain masih melihat dan menunggu," celoteh salah seorang kader Golkar yang saat ini juga anggota DPRD Inhil. (ad)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.