Pungut SPP dan Jual LKS

Kepala SD Binsus Bernas Diperiksa Polisi

Rabu,24 Oktober 2012 | 01:02:00 WIB Dibaca: 651 kali
 Kepala SD Binsus Bernas Diperiksa Polisi
Ket Foto : ilustrasi

Pangkalan Kerinci, Utusanriau.com - Pengaduan Komite Sekolah dan keberatan Walimurid SDN Bernas Pangkalan Kerinci telah diproses Polres Pelalawan dan Inpektorat Kabupaten Pelalawan. Kepala sekolah ini, Elfidawati MPd telah di periksa Polres dan Inpektorat.

Hal ini terungkap dari Mantan Kepala Inpektorat yang dilantik menjadi Asisten III, Drs Azril Ismail, Rabu (24/10) di Pangkalan Kerinci. “Inpektorat telah memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah SD Binsus Bernas. Kami masih inventarisir data permasalahan SD Bernas. Pengaduan orang tua siswa membeberkan adanya kesewenang wenangan pihak sekolah dalam menjual buku. Langsung di bagi kepada siswa dan selanjutnya di tagih sampai Rp 600 ribu. Persolan di SD Bernas masih di telusuri dan belim ada kesimpulan,” ujar Azril.

Pihak Polres juga telah memanggil Kepala Sekolah SD Bernas Elfidawati MPd Selasa (23/10) untuk memberikan keterangan keterangan pengelolaan keuangan BOS, uang SPP dan uang Buku/LKS. “Ya kami saat ini di Polres
memberikan keterangan tentang permasalahan di sekolah,” jawab Elfidawati MPd.

Sejumlah orang tua wali murid merasa keberatan tingginya biaya SPP di SDN Binaan Khusus Bernas Kecamatan Pangkalankerinci. Pihak sekolah membandrol tiap murid membayar uang SPP sebesar Rp80 ribu per bulan.
"Mengingat taraf ekonomi yang berbeda, kami para orang tua sangat keberatan dengan dana bulanan Rp80 ribu. Bagi mereka yang mampu tentu uang sebesar itu tidak masalah, tapi bagi kami tentu sangat membebankan. Sementara anak kami ingin bersekolah di SDN Binsus Bernas," ungkap  salah seorang wali murid.

SD Bernas mematok dana SPP atau yang disebut dana BP3 atau uang komite sebesar Rp80 ribu menjadikan SDN Binsus Bernas merupakan sekolah tingkat dasar negeri dengan biaya yang sangat mahal di Kabupaten Pelalawan.  "Di Kabupaten Pelalawan memang ada sekolah SDN Binsus Bernas, sekolah tersebut sudah masuk dalam anggaran APBD. Belum lagiada dana BOS serta bantuan dari pemerintah lainnya. Namun sangat disayangkan masih saja memungut biaya SPP mahal," paparnya.

SDN Binsus Bernas terdapat 12 lokal dengan masing-masing lokal lebih kurang 30 murid. "Jadi dengan jumlah murid yang jumlahnya ratusan, tentunya sangat banyak yang dikumpulkan. Dikemanakan uang itu, untuk pembangunan, ya sudah ada dana dari pemerintah. Mestinya pihak dinas harus turun tangan agar pendidikan gratis tidak hanya lips service saja," ujar orang tua siswa.

Kepala SDN Binsus Bernas Elfidawati MPd saat dikonfirmasi tentang pengelolaan keuangan sekolah belum memberikan jawaban yang memuaskan. Info di SD Bernas berembus Elfidawati MPd  memegang segala keuangan
sekolah dan juga SPP atau Dana Komite. Tidak ada transfaransi kepada sesama guru dan orang tua siswa. Siswa juga di paksa beli buku dengan cara membagikan langsung kepada siswa dan selanjutnya mengajukan tagihan hingga Rp600 ribu. Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan MD Rizal sangat kecewa terhadap prilaku kepala sekolah Elfidawati MPd yang memegang keuangan sekolah dan komite tanpa ada bendahara. “Sangat kecewa, kami juga saat ini di panggil Polres karena masalah SD Bernas” sebut MD. (pangaribuan)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.