Pelayanan RSUD Selasih Pelalawan Dinilai Buruk

Selasa,06 November 2012 | 12:19:00 WIB Dibaca: 976 kali
Pelayanan RSUD Selasih Pelalawan Dinilai Buruk
Ket Foto : RSUD Selasih Pangkalan Kerinci

Pangkalankerinci, utusanriau.com - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih dikatakan pasiennya sangat  buruk kembali . Hal ini dikeluhkan oleh salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Pelalawan. Tak tanggung-tanggung, kali ini yang harus mengalami pelayanan buruk adalah salah satu staff humas Pemkab Pelalawan yakni Arif Rifani yang menjabat sebagai Kasubag Pemberitaan Dan Dokumentasi Humas Pemkab Pelalawan.

Padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, bahwa pasien memperoleh hak akan informasi kesehatan dan layanan maksimal dari pengelola rumah sakit. Apalagi rumah sakit yang berada di bawah kewengan dan pengawasan Pemerintah Daerah.

"Jadi saya tak bisa membayangkan, saya saja yang PNS mendapat perlakuan seperti ini apalagi masyarakat biasa," keluh Kasubag Pemberitaan dan Dokumentasi Setda Pelalawan, Arif Rifani, pada wartawan di kantor Bupati Pelalawan  Pangkalan Kerinci, Selasa (6/11).

Arif mengungkapkan bahwa layanan yang ditunjukkan oleh petugas kesehatan RSUD Selasih sangat tidak mengerti etika dalam kapasitas mereka sebagai petugas medis yang seharusnya memberikan rasa nyaman kepada calon pasien dan pasien yang datang hendak berobat. Tidak melakukan pelayanan malah membentak pasien yang sedang susah.

Karena itu Tanpa menunggu lama, dirinya beserta istri langsung membawa anaknya pulang dan langsung memilih RS swasta yang memiliki pelayanan yang sangat memuaskan dibandingkan layanan yang diberikan petugas RSUD Selasih itu.

"Sejak tahun 2003 saya jadi PNS, baru kali ini ke RSUD Selasih dan hasilnya langsung mengecewakan," keluhnya.

Menanggapi akan buruknya pelayanan yang diberikan oleh para petugas kesehatan RSUD Selasih yang kerapkali dikeluhkan oleh masyarakat, Sekretaris Komisi A DPRD Pelalawan H Husni Thamrin SH sangat menyayangkan sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh petugas RSUD Selasih pada para pasien yang datang berobat.

"Kita jelas sangat menyayangkan banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang buruk dari petugas RSUD Selasih. Padahal masyarakat Kabupaten Pelalawan memiliki hak untuk mendapatkan layanan prima dan informasi yang jelas mengenai kesehatannya," katanya menanggapi.

Thamrin menjelaskan bahwa selama ini operasional RSUD dibiayai dari APBD yang juga berasal dari masyarakat melalui pajak. Jadi sudah selayaknya masyarakat itu mendapatkan haknya dalam bentuk layanan yang maksimal.

"Yang harus bertanggung jawab terhadap pelayanan di RSUD Sekasih itu adalah direkturnya, kalau alasannya kurang dana laporkan ke Pemda dan DPRD. Jangan alasan anggaran kurang menjadi dalih untuk tidak bersikap profesional," tegasnya.

Dirut RSUD Selasih sangat sulit untuk di konfirmasi dan tak berada di RSUD. Informasi di RSUD  Salah seorang pegawai RSUD Selasih Pelalawan, dipastikan jarang berkantor. Pegawai bernama Syafrizal ini masuk kantor hanya untuk mengambil gaji dan tunjangan saja.

"Syafrizal berkantor mengambil gaji saja dan tunjangan saja," ujar sumber ini, kepada wartawan, Selasa (6/11).

Herannya Syafrizal jarang berkantor, absennya di kantor tersebut selalu penuh terisi. Beberapa orang pegawai seniornya sudah sering mengingatkan namun tak diindahkan.

Sumber ini juga menyebutkan di RSUD Pelalawan, ada tiga pegawai yang selalu tidak masuk kantor. Sumber lain menyebutkan, pegawai ini melakukan usaha sebagai kontraktor di luar jam kerja, akibat kerja sampingan ini pekerjaan pokoknya sebagai Pegawai Negri Sipil terabaikan.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Tata Usaha Ahmad Krinen mengaku bahwa Syafrizal beberapa bulan lalu memang tak masuk namun  sudah rajin. “Iya ada Syarizal jarang masuk tapi itu beberapa bulan lalu, namun saat ini sudah masuk. Tapi nanti akan saya cek lagi karena saya saat ini di Surabaya” kata KTU. (pangaribuan)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.