• Beranda
  • hukum
  • Polsek Mandau Amankan Pemerkosa Anak di Bawah Umur

Polsek Mandau Amankan Pemerkosa Anak di Bawah Umur

Jumat,25 Januari 2013 | 10:27:00 WIB Dibaca: 503 kali
Polsek Mandau Amankan Pemerkosa Anak di Bawah Umur
Ket Foto :

Duri, utusanriau.com - MGH (20), warga Jalan Sutan Syarif Qasim Desa Balaimakam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis berhasil diamankan Polsek Mandau Kamis (24/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Penangkapan terhadap pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, sebut saja Bunga, yang berusia 15 tahun, warga Duri 13 Desa Bumbung Kecamatan Mandau Bengkalis di kilometer 8 Duri-Dumai.

Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara,SIK melalui Kanit Reskrim AKP Maitertika,SH,MH didampingi Panit 1 Iptu R Butar Butar Jumat (26/1) di ruangannya, mengatakan, pada Kamis (24/1) lalu sekitar pukul 14.00 WIB  korban meminta tolong kepada pelaku untuk diantar ke Duri 13 dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX karena ada urusan ke rumah kakaknya.

Sekembalinya dari Duri 13 sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku membawa korban ke Jalan Siak Desa Balaimakam. Di tempat tersebut korban dibawa pelaku ke semak- semak. Di bawah ancaman akan dibunuh, pelaku mencekik leher korban. Setelah itu, pelaku berhasil melakukan hubungan badan dengan korban.

Usai melakukan tindakan asusila, korban ditingal pelaku begitu saja. Selanjutnya pada pukul 21.00 WIB bersama pihak keluarga, Jupri, abang korban, lalu melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian Polsek Mandau.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap korban, ternyata pelaku menelpon dan minta untuk bertemu. Namun pelaku mengatakan untuk tidak diberi tahu kepada siapapun juga. Ia meminta korban datang dengan menggunakan angkot dan korbanpun menyetujui permintaan pelaku.

“Dengan melakukan penyamaran membawa angkot dimana sopirnya adalah anggota Opsnal Polsek Mandau dan sengaja dikelabui dengan membawa penumpang lainnya yang sudah disiapkan, kemudian meluncur ke kilometer 8 Kulim yang sudah dijanjikan,” terang Kanit Reskrim.

Sesampainya di TKP di kilometer 8 Kulim, anggota siap-siap untuk melakukan penangkapan. Ternyata orang itu merupakan suruhan pelaku. ”Saya bukan pelakunya pak, Iwan pelaku pemerkosaan itu di sana menunggu, kata suruhan tadi,” jelas Kanit Reskrim.

Mendapat informasi dari suruhan pelaku, akhirnya keberadaan pelaku berhasil ditemukan. Saat itu pelaku sedang duduk di bawah pohon menunggu korban.

“Saat akan dilakukan penangkapan korban melakukan perlawanan dan membrontak, serta mengatakan dia bukan pelakunya. Namun saat dilakukan penggeledahan ternyata di pinggang pelaku ditemukan sebilah pisau yang dibungkus dengan handuk kecil,” papar AKP Maitertika.

Selanjutnya pelaku digiring ke Polsek Mandau. Saat dilakukan pemeriksaan pelaku mengakui semua perbuatannya. Keberadaan pisau tersebut, pelaku mengakui untuk membunuh korban.

“Pisau itu saya rencanakan digunakan untuk membunuh korban,” kata MGH sambil tertunduk.

Pelaku dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 81 UU No:23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuma paling tinggi 15 tahun penjara. Selanjutnya UU Darurat No 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1 tentang kepenilikan senjata tajam (sajam) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (jon)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.