• Beranda
  • bengkalis
  • Disnakertrans Bengkalis Imbau Perusahaan Lapor Keberadaan Kantor

Disnakertrans Bengkalis Imbau Perusahaan Lapor Keberadaan Kantor

Selasa,05 Maret 2013 | 08:27:00 WIB Dibaca: 305 kali
Disnakertrans Bengkalis Imbau Perusahaan Lapor Keberadaan Kantor
Ket Foto :

Duri, utusanriau.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis H.Hermizon mengimbau seluruh perusahaan di Mandau dan Pinggir untuk melaporkan keberadaan ke Disnakertrans Bengkalis atau kepada pihak kecamatan.

Selain melaporkan juga memasang plang nama perusahaan, untuk mengatahui secara pasti alamat perusahaan. Menurut Kadisnakertrans Bengkalis, saat ini sebanyak 299 perusahaan yang sudah terdaftar di Disnakertrans. Diantaranya 172 perusahaan migas dan 125 perusahaan non migas.Namun diakkuinya bahwa masih banyak lagi perusahaan yang belum mendaftarkannya ke pihak Disnakertrans.

Ditambahkannya menyoal keberadaan perusahaan di Duri yang banyak menggunakan rumah masyarakat dijadikan kantor dan sering tidak memasang plang perusahaan Kadisnakertrans mengatakan bahwa hal itu telah dilaporkan kepada pihak CPI,Dan bahkan sudah melakukan pertemuan untuk membahas soal itu.

“Pada akhir Februari lalu kita sudah melakukan pertemuan dengan pihak CPI untuk membahas soal keberadaan kantor tersebut,dan selain itu juga membicarakan soal pembinaan terhadap rekan bisnis CPI tentang kontrak kerja,naker KKWT dan juga wajib lapor,” terang Hermizon lagi

Dalam hal ini, kata Hermizon, semua stik holder desa dan kelurahan diharapkan dapat peka terhadap keberadaan kantor di lingkungannya, jika ada bisa saja melaporkan kepada pihak kecamatan,dan juga kepada pihak Disnakertrans Bengkalis. (adv)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.