Razia Tempat Mesum Dan Kafe

Kamis,07 Maret 2013 | 12:02:00 WIB Dibaca: 318 kali
Razia Tempat Mesum Dan Kafe
Ket Foto :

Duri, Utusanriau.com - Menjelang pelaksanaan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Mandau yang akan digelar 17 Maret nanti, Satpol PP terus meningkatkan intensitas razia penertiban penyakit masyarakat, terutama di Kota Duri.

Kasi Trantib Kecamatan Mandau Syamsul Alam kepada wartawan, Kamis (7/3) mengatakan, upaya penertiban pekat terus dilaksanakan minimal satu kali seminggu. Tetapi bila ada laporan masyarakat terhadap praktek pekat, maka Satpol PP akan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penertiban, termasuk mengamankan barang bukti.

"Idealnya, razia pekat dilaksanakan satu kali seminggu. Namun jika laporan dari masyarakat ada, kita akan langsung merespon dengan segera turun ke lokasi untuk menertipkan," papar Syamsul.

Dalam razia kali ini tim Sat Pol PP yang dibantu oleh pihak Kepolisian dan TNI ini menyisir beberapa tempat yang disinyalir menjadi tempat ajang mesum muda mudi di sekitar daerah Pematang Pudu.

Hadir juga dalam razia tersebut, Kepala UPTD Sosial, Tengku Hasanah, Lurah Petamatang Pudu, Darus, Lurah Babussalam, Dadang dan Lurah Duri Barat, Suyatno.

Tak ayal 13 cewek dan 7 orang cowok yang terjaring dalam razia itu. Mereka ada ditangkap sedang berduaan di dalam semak, ada juga pelayan kafe yang tak dapat menunjukkan identitas resmi.

Tak hanya itu, Syamsul Alam juga menegaskan jika dalam tiga kali berturut didapat orang yang sama, maka yang bersangkutan akan menerima sanksi tegas berupa pemulangan ke kampung halamannya.

" Agar ada efek jera, kita akan memulangkan orang yang dalam tiga kali berturut-turut terjaring razia. Ini bukan main-main," kata Syamsul. (jon)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.