Manisan Belimbing Wuluh Ramaikan MTQ Pekanbaru

Senin,06 Mei 2013 | 12:59:00 WIB Dibaca: 362 kali
Manisan Belimbing Wuluh Ramaikan MTQ Pekanbaru
Ket Foto :

Pekanbaru, Utusanriau.com - Berbagai hasil kerajinan Usaha Kecil Menengah (UKM) di 12 Kecamatan dipajang di Bazar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 di Kecamatan Rumbai. Salah satunya adalah manisan dari belimbing wuluh.

Camilan unggulan ini dipamekan di stand Kecamatan Sukajadi. Manisan Belimbing Wuluh bermerek Tiga Dara, beralamat di Jalan Dahlia, gang Jati, adalah home industri yang diminati.

Produksinya kini memang masih terbatas akibat terbatasnya bahan baku belimbing, Namun pemasaran cukup prosfektif karena berapapun jumlah yang di produksi terpasarkan. Demikian hal ini di katakan oleh  Tengku Nurila, Ketua Kelompok usaha berkat Tiga Dara, Senin (6/5).

"Kerajinan manisan belimbing Wuluh ini sudah  2 tahun berproduksi,tetapi masih belum bisa berkembang karena terbatas modal usaha dan bahan baku," ujar Nurila.

Dia mengakui selama ini sudah sering ikut pameran dan bazar yang di taja kepemerintahan. Namun sejauh ini masih saja belum bisa maksimal. "Pemasarannya masih di lokal saja, saat pameran, ke  mal-mal  belum ada,karena untuk memenuhi permintaan ini kami butuh tambahan modal usaha," tandasnya.

Menurutnya harga manisan belimbing Wuluh perkiogramnya di jual Rp60 ribu perkilogram.UKM yang beranggotakan  sembilan orang ini berharap ada bantuan modal baik dari pemerintah maupun dari swasta. "Bahan baku belimbing Wuluh dan Terong asam ini musiman, sehingga butuh modal untuk membuat stok bahan baku," tandasnya.

Manisan yang sangat di minati ini proses pembuatannya masih alami, dan tahan untuk 3 bulan. "Kami pernah ikut lomba karya UKM manisan ini, dan berhasil meraih juara 2 tahun lalu dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Pekanbaru," tutupnya.(ra)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.