• Beranda
  • otonomi
  • Tim Sembilan Bahas NJOP Lahan Perkantoran Pemko Pekanbaru

Tim Sembilan Bahas NJOP Lahan Perkantoran Pemko Pekanbaru

Minggu,01 September 2013 | 05:44:00 WIB Dibaca: 165 kali
Tim Sembilan Bahas NJOP Lahan Perkantoran Pemko Pekanbaru
Ket Foto :

Pekanbaru, Utusanriau.com - Tim sembilan pembebasan lahan Perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini sedang melakukan pembahasan Nilai Jual Objec Pajak (NJOP) 112 hektare yang akan diganti rugi.
 
Diperkirakan menjelang akhir tahun lahan ini akan tuntas di ganti rugi oleh Pemko .Menurut Kepala Bagian  Pemerintahan Adi Suaska, saat ini Pemko Pekanbaru sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp48 miliar di APBD Pekanbaru 2013.
     
"Harga lahan kini sedang  di nilai, yang punya 1 orang," ujarnya.
   
Dari target keseluruhan Pemko untuk kawasan perkantoran seluas 300 hektare kini baru terpenuhi 112 hektare. "Walikota meminta  tim saat ini mengurus tanah dan suratnya agar  lengkap agar kedepan tidak ada masalah ," tandasnya.
   
Katanya, lahan Pemko yang akan di jadikan perkantoran ini juga sudah di sosialisasikan ke masyarakat sekitar. "Intinya pemko akan membeli lahan di kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya. Pemko melalui tim sembilan di pimpin Sekda sudah melakukan sosialisasi 21 Agustus lalu," urainya.
 
Sosialisasi ini diberikan kepada masyarakat di sekitar lahan perkantoran.Tujuannya  penyampaian  pembangunan ini disampaikan bagi sekitar 30 masyarakat pemilik tanah di aula kantor camat Tenayan Raya. Mereka menyetujui akan dibangun perkantoran.
   
"Untuk jalan akses ke kantor ini tidak pakai jalan lama, tetapi akan di buat akses jalan baru, jalan lama tetap di pertahankan," tambahnya.
   
Terkait target tambahnya, Wako juga meminta dalam bulan September tim sudah dapat penilaian harga tanah dan bisa langsung dilakukan perembukan harga. (ra)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.