Warga Pangkalan Gondai Tolak Dishut Pelalawan

Senin,23 Januari 2012 | 20:26:00 WIB Dibaca: 797 kali
Warga Pangkalan Gondai Tolak Dishut Pelalawan
Ket Foto :

Pangkalan Kerinci, utusanriau.com - Masyarakat yang berada di Boncah Kueh, Boncah Danau, Boncah Kuang Tanah dan Banjar Tongah Pangkalan Botung Desa Pangkalan Gondai, merasa kurang senang atas sikap Dinas Kehutanan Pelalawan yang mendatangi lokasi ladang masyarakat, dengan alasan lokasi tempat berladang masyarakat berada di wilayah Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

Padahal sejak tahun 1990 warga telah mengolah lahan tersebut menjadi ladang dan kebun yang selama ini merupakan tanah ulayat masyarakat desa Pangkalan Gondai. Pekan lalu Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan telah mengklaim lokasi masyarakat termasuk wilayah TNTN.

Masuknya Dishut dalam persoalan lahan diduga ada kepentingan KUD Bina Jaya Langgam di Pangkalan Gondai. Masyarakat Desa Pangkalan Gondai, pada 1 April 2011 telah mengeluarkan pernyataan sikap telah menolak kehadiran KUD Bina Jaya Langgam. Seperti disampaikan warga, lokasi yang selama ini mereka garap di wilayah desa Pangkalan Gondai akan dijadikan lahan KUD Bina Jaya Langgam.

"Masyarakat menolak kehadiran KUD yang  izinnya telah diterbitkan Dishut Pelalawan karena pemberian izin di lokasi ladang masyarakat tanpa mempertimbangkan aspirasi dan hak hidup masyarakat setempat," kata Ketua LKMD Pangkalan Gondai, M Huddin Nasution.

Katanya, lokasi KUD Bina Jaya Langgam, terletak sekitar 2 km dari lahan olahan masyarakat yang  berdekatan dengan lokasi PT RAPP. Kami tidak mengakui keberadaan izin KUD di lokasi kebun masyarakat," ujar M Huddin Nasution.

Persoalan lahan ini, katanya, sudah muncul sejak tahun 2005. Waktu itu masyarakat diwakili Batin Mudo Norbit dengan KUD Bina Jaya Langgam masa kepengurusan H Nazirman. Namun keinginan masyarakat tidak terwakilkan, sehingga kehadiran KUD Bina Jaya Langgam ditolak masyarakat.

"Belakangan muncul masalah, lokasi ladang masyarakat telah diklaim Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan sebagai lahan TNTN. Sehingga dengan terpaksa masyarakat harus melepaskan hak garapan lahan kembali ke negara. Namun masyarakat tetap menolak kehadiran pihak Dinas Kehutanan Pelalawan yang mendatangi lokasi pada 12 Januari 2012 lalu," jelasnya.

Namun, pada 13 Januari 2012, Dishut kembali mendatangi lokasi ladang masyarakat Pangkalan Gondai. Masyarakat tetap menolak dengan cara memblokir jalan masuk ke lokasi kebun masyarakat yang sudah turun termurun mereka garap.

"Warga Pangkalan Gondai telah menanam karet dan tanaman keras lainya sejak turun temurun  dan setiap minggunya masyarakat telah memanenya," ujar M Huddin Nasution. (pangaribuan)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.