Kenakalan Remaja Kian Mengkhawatirkan

Minggu,26 Februari 2012 | 19:45:00 WIB Dibaca: 888 kali
Kenakalan Remaja Kian Mengkhawatirkan
Ket Foto :

Siak, Utusanriau.com - Wakil Bupati Siak, H Alfedri MSi mengaku prihatin atas kasus kenakalan remaja yang kian hari kian meningkat. Untuk itu semua pihak diminta bergandengan tangan mengatasi salah satu masalah sosial ini.

"Pada era globalisasi dan arus informasi serta masuknya budaya barat membuat kalangan remaja justru terjerumus pada pergaulan dan tingkah laku yang pantas dikhawatirkan. Salah satunya dapat dilihat dari sejumlah fakta kasus asusila yang terjadi pada anak usia sekolah. Tidak hanya itu, kasus narkoba juga menjadi sorotan Wabup serta dekadensi moral yang terus menjarah nilai-nilai agama pada kalangan remaja," ujar Alfedri saat memberi kata sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhir pekan lalu.

Dikatakan, di awal tahun 2012 ini ada 25 hingga 30 permintaan dispensasi untuk pernikahan di bawah umur karena telah diawali dengan kejadian yang tidak diinginkan. Menurutnya ini adalah fenomena sosial yang terjadi ditengah remaja saat ini, yang harus kita khawatirkan dan hendaknya mendapat perhatian serius dari setiap kalangan. Belum lagi soal Narkoba, karena setiap bulan selalu ada 2 hingga 3 kasus yang dilaporkan.

Hal ini katanya tak terlepas dari yang ditimbulkan oleh dekadensi moral di tengah-tengah remaja. Tak dapat dipungkiri, juga disebabkan oleh proses globalisasi dari peningkatan teknologi informasi yang terjadi saat ini.

Lebih lanjut kata Wabup, pemerintah selalu serius dan komit untuk memberantas tindakan dan prilaku menyimpan di tengah remaja ini. Dan dapat dilihat dari visi Siak yang menghasilkan lingkungan masyarakat yang agamis. "Dan misi yang pertama kita adalah mengenai peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia dan pendidikan agama yang kuat," cetusnya.

Bahkan pemerintah kabupaten Siak saat ini telah mengeluarkan kebijakan bahwa setiap siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP wajib mengantongi ijazah MDA dan lulus membaca alqur'an. Setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Siak juga digadang-gadang harus memiliki pendidikan berbasis pesantren. Karena saat ini masih ada empat kecamatan yang belum memiliki pesantren. Yakni Mempura, Sungai Apit, Pusako dan sungai mandau. Khusus Sungai Mandau akan dibangun ponpes gontor, sementara di Sungai Apit adalah pesantren tahfiz yang akan dibangun dalam waktu dekat.

Selain itu pemerintah daerah Siak kedepan juga berencana mewajibkan bagi para siswa sekolah di kabupaten Siak secara kesuluruhan akan menggunakan pakaian yang tidak lagi menggunakan celana dan rok pendek. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba tilawatil quran yang diadakan oleh pengurus masjid sempena peringatan maulid nabi ini. (rilis)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.