Bupati Lantik Kades Kuok

Senin,27 Februari 2012 | 22:41:00 WIB Dibaca: 694 kali
Bupati Lantik Kades Kuok
Ket Foto :

Bangkinang, Utusanriau,com-Dua tahun kedepan Kabupaten Kampar harus dapat mewujudkan “ Kampar Zero Kemiskinan, Zero Pengangguran, Zero Rumah Kumuh”.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut ada tiga point penting yang harus kita laksanakan untuk menjadi pedoman dan acuan. Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Kampar H. Jefry Noer saat melantik Mahizar sebagai Kepala Desa Kuok periode 2012-2018, yang dipusatkan di komplek terminal Pasar Kuok, kecamatan Kuok Senin, (27/2).

Point pertama, camat dan kepala desa harus tinggal ditempat dimana mereka ditugaskan, mustahil seorang Camat atau Kepala Desa akan tahu kondisi riil masyarakatnya bila tidak tinggal di tempat.

Mereka harus sadar bahwa awal pembangunan terletak di pucuk pimpinan wilayah sebagai pendongkrak perubaghan dalam pembangunan.  

Point kedua, kepada ninik mamak, alim ulama sebagai soko guru haruslah berdampingan seiring sejalan dengan pemerintah untuk membangun dan mengentaskan kemiskinan. Ketiga, seluruh masyarakat Kabupaten Kampar sebagai agen perubahan turut serta membangun dan memberikan masukan dan pengawasan Kepada Permerintah, Jelas Jefry Noer.
            
Ditambahkan Bupati Kampar, semua Stakeholders harus sadar apa yang menjadi peran masing-masing dalam mewujudkan apa yang sudah menjadi tujuan Kabupaten Kampar, dusamping itu juga harus didukung oleh komitmen yang kuat serta sinergi yang mantap.
            
Lebih lanjut Bupati Kampar menyampaikan Kepada Kepala Desa terpilih untuk dapat menjadikan Jabatan ini sebagai amanah bukan Jabatan sebagai rahmat. Jabatan meruapakan amanah yang harus dijalankan dan dijaga kepercayaan masyarakat yang sudah memilih.
            
“untuk mengawali tugas anda, saya perintahkan agar segera mendata dan memetakan kondisi masyarakaT Desa Kuok. Data kehidupan masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan dengan criteria dan indicator berikut.

Keluarga dengan anak satu berpenghasilan dibawah satu juta rupiah, kedua Keluarga dengan jumlah anak tiga orang dengan penghasilan satu juta dua ratus  rupiah, ketiga, keluarga dengan jumlah anak lebih dari Lima orang dengan penghasilan satu juta Lima ratus rupiah.

Kiranya dengan indicator-indikator ini dapat menjadi acuan Kepala Desa dalam mendata masyarakatnya sehingga program-program yang akan kita laksanakan tepat sasaran. ( Endrizal)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.