• Beranda
  • hukum
  • Dugaan SPPD Fiktif DPRD Kampar, Kejagung Bingung Jawab Pertanyaan Wartawan

Dugaan SPPD Fiktif DPRD Kampar, Kejagung Bingung Jawab Pertanyaan Wartawan

Selasa,27 Maret 2012 | 15:30:00 WIB Dibaca: 667 kali
Dugaan SPPD Fiktif DPRD Kampar, Kejagung Bingung Jawab Pertanyaan Wartawan
Ket Foto : foto net

Bangkinang,utusanriau.com-Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Basrief Arief sempat bingung ketika ditanya  wartawan tentang kasus   SPPD fiktif DPRD Kampar.    

Kebingungan tersebut terungkap saat Kejagung RI berkunjung ke Kantor Kejaksaan Negeri Bangkinang, jalan A. Yani, Bangkinang,  Selasa (27/3).

Dalam kebingungan tersebut, Kejagung  berbalik bertanya kepada awak Wartawan  tentang ketidak tahuannya  kasus tersebut “kasus yang mana, kasus Bupati Kampar” tanyanya kepada wartawan.

Namun ketika wartawan menegaskan, bahwa perkara yang dimaksud adalah mengenai perkara SPPD Fiktif yang melibatkan mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar periode 2004-2009 dan beberapa PNS di lingkungan Sekretariat DPRD Kampar, Kajagung langsung bertanya kepada Kajari Bangkinang, Willy Ade Khaidir dan Willy menyatakan  perkara tersebut sedang berjalan. “kasus tersebut sudah berjalan”, sebutnya.

Kembali wartawan bertanya tentang status  mantan Ketua DPRD Kampar yang juga saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau yakni H. Masnur, SH yang hingga saai ini belum pernah di panggil oleh pihak kejaksaan negeri Bangkinang, maka dengan sedikit gugup Kajari Bangkinang, Willy Ade nyeletup bahwa persoalan Masnur dalam proses menunggu izin dari presiden. “pemanggilan Masnur menunggu izin presiden”, ucapnya.   

Mendengar celetup Willy, salah seorang pejabat kejaksaan yang mendampingi Kajagung bertanya, “kok izinnya langsung ke presiden,  untuk proses izin dalam penanganan kasus yang melibatkan Masnur, semestinya Kajari menyurati Kajati, Kajati menyurati Kajagung, dan kajagung ke Mendagri, ungkapnya.

Kajagung sebelum meninggalkan lokasi Kajari Bangkinang, Kajagung berpesan kepada Kajari Bangkinang untuk segera mempelajari mekanisme proses perkara SPPD fiktif tersebut “dalam kasus ini tolong dipelajari mekanismenya”, pesannya sambil memasuki mobil. **

(Endrizal)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.