• Beranda
  • hukum
  • Kabag Umum dan Bendahara Setdakab Bengkalis Harus Bertanggungjawab

Kabag Umum dan Bendahara Setdakab Bengkalis Harus Bertanggungjawab

Selasa,10 April 2012 | 20:49:00 WIB Dibaca: 739 kali
Kabag Umum dan Bendahara Setdakab Bengkalis Harus Bertanggungjawab
Ket Foto :

Bengkalis, utusanriau.com - Penasehat hukum Kasubag Protokoler Setdakab Bengkalis Ahmad Efendi, Windrayanto, SH dan Arief Mulyono SH, mendesak Kapolres Bengkalis AKBP Toni Ariadi Efendi segera menjadikan Kabag Umum Setdakab Bengkalis Herman SSi, dan Bendahara Pembantu Bagian Umum Susilawati, sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus dugaan korupsi dana rutin dan SPj fiktif yang merugikan negara senilai Rp 329.384.000, dari hasil audit BPKP Provinsi Riau 27 Februari 2011.

“Seharusnya pihak penyidik kepolisian tidak hanya menyeret Ahmad Efendi sebagai tersangka dalam kasus ini, mestinya dua pejabat masing-masing Kabag Umum dan Bendaranya juga turut diseret di penjara, dan kita akan desak penyidik mengarahkan ke sana,” kata Windrayanto, pengacara Ahmad Efendi, kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Selasa (10/4).
 
Menurutnya, keterlibatan Herman SSi dan Susilawati dalam kasus dana rutin bagian umum khusus kendaraan apung dan operasional Mobil Dinas (Mobnas) dengan total anggaran tersebut ada sebanyak 8 poin anggaran dari delapan kode rekening yang berbeda. Tentunya dalam hal ini, sepanjang pencairan dana diketahui Bendahara dan Kabag Umum selaku pejabat berwenang.
 
“Tidak mungkin klien saya ini melakukan tidakan sewenang-wenang jika tidak ada perintah langsung dari atasannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Makanya tidak ada alasan bagi pihak penyidik kepolisian untuk tidak menetapkan keduanya sebagai tersangka,” paparnya.
 
Lebih menariknya lagi, sambung Windrayanto, dari sekian penarikan anggaran melalui kode rekening yang berbeda. Bendahara juga membuat surat pernyataan tertanggal 23 Februari 2012, ketika itu jelas Bendahara statusnya masih sebagai saksi dalam perkara itu dipenyidikan, dan menjelaskan dana-dana dari delapan kode rekening itu diserahkan kepada Ahmad Efendi selaku kliennya atas arahan Kabag Umum Setdakab Bengkalis.
 
Kapolres Bengkalis AKBP Toni Ariadi Efendi, yang dikonfirmasi, mengaku sejauh ini masih terus mendalami penyidikan kasus tersebut. Fokus pemeriksaan terhadap dua tersangka yang sudah ditahan.
 
“Ya kita tetap tangani dengan serius, intinya kalau ada bukti yang mengarah kepada tersangka baru tentunya tetap akan kita proses lanjut. Sejauh ini kita juga masih fokus pada dua tersangka yang sudah diamankan,” kata AKBP Toni Ariadi Efendi.
 
AKBP Toni Ariadi Efendi juga menegaskan, agar kasus dugaan tindak pidana korupsi ini dapat dituntaskan segera. “Kalau memang ada bukti kongkrit, akan tetap kita proses, saya janji akan terus memantau perkembangan kasus ini,” paparnya.
 
Sementara itu, Kabag Umum Setdakab Bengkalis Herman SSi saat dihubungi melalui via ponsel enggan untuk berkomentar terkait kasus tersebut. "Ya kita serahkan kepada penyidikan dan saya serahkan juga kepada rekan-rekan media," kata Herman. (eko)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.