• Beranda
  • hukum
  • Kepala BKD Riau Bantah Perjualbelikan Jabatan

Kepala BKD Riau Bantah Perjualbelikan Jabatan

Rabu,18 April 2012 | 11:47:00 WIB Dibaca: 711 kali
 Kepala BKD Riau Bantah Perjualbelikan Jabatan
Ket Foto :

Pekanbaru, Utusanriau.com - Kepala BKD Riau, Zaini Ismail membantah telah melakukan praktek jualbeli jabatan sebagaimana yang ditudingkan kepadanya. Tudingan ini dinilai fitnah yang amat keji.

"Saya siap diperiksa KPK atau Kejaksaan, kalau saya memang benar menjual jabatan eselon. Itu fitnah dan tidak benar," kata Zaini di Jakarta, kemarin.

Zaini menilai ada upaya dari pihak-pihak lain untuk mendongkel dirinya dari jabatan kepala BKD Riau. Ia mengaku, sudah mengetahui orang-orang yang telah menyebarkan fitnah tentang dirinya. Namun untuk saat ini, kata Zaini, dia belum mau menanggapinya.

"Jelas ada orang yang mengincar jabatan saya, saya dianggap bukan orangnya gubernur sehingga akan didongkel. Mana berani saya mengganti memutasi kerabatnya Pak gubernur seperti yang ramai diberitakan," katanya.

Menurut Zaini, sebuah pejabat eselon II, III dan IV yang ditunjuk semua melalui Baperjakat, kecuali jabatan Sekretaris Daerah yang harus mendapatlan persetujuan Mendagri. Baperjakat yang diketuai Sekdaprov beranggotkan Inspektorat, Kesbangpol dan BKD yang menentukan pejabat di Riau duduk di jabatan mana, serta dilaporkan ke Gubernur Riau secara langsung.

"Semua melalui Baperjakat, kecuali Sekda. Kalau saya benar terima Rp 500 juta per orang dikalikan 20, sudah Rp 20 miliar. Berhentilah kita jadi Kepala BKD karena kita sudah kaya, tapi saya rasa itu tidak usah ditanggapi karena hanya fitnah," katanya.

Fitnah seperti ini, lanjut Zaini, juga pernah dialaminya saat baru menduduki Kepala BKD. Ketika itu, dia dicopot sebagai Kepala Dinas Sosial oleh Gubernur Riau, dan dipindahkan mendadak sebagai Kepala BKD. Zaini mengaku baru mengetahui satu jam sebelum dilantik sebagai Kepala BKD, namun yang berkembang isunya macam-macam.

"Kalau soal difitnah bukan hanya sekarang, dulu juga pernah di fitnah dituduh bayar Rp 100 juta agar jadi Kepala BKD, tapi kemudian hilang begitu saja dan sekarang muncul lagi. Sampai sekarang saya belum terganggu dengan fitnah tersebut sehingga tidak perlu ditanggapi," katanya.

Zaini mengaku akan menemui Gubernur Riau Rusli Zainal dalam waktu dekat untuk menjelaskan masalah mutasi terkait mutasi 400 pejabat di lingkungan Pemprov Riau. Ia menghimbau seluruh PNS siap ditempatkan di manapun, dan tidak boleh menolak penugasan tersebut. "Sebagai PNS harus mau ditempatkan di seluruh Indonesia, semua ada evaluasi jabatannya. Saya akan menghadap gubernur untuk menjelaskan soal ini," kata Kepala BKD Riau ini.

Seperti diketahui, Kepala BKD Riau diterpa isu menjual 400 jabatan eselon II, III dan IV di lingkungan Pemprov Riau tanpa melalui Baperjakat daerah. Mutasi pejabat ini diputuskan sendiri oleh kepala BKD, mutasi tidak didasarkan atas usul Kepala SKPD masing-masing, sehingga tidak sesuai dengan profesional yang diharapkan SKPD.

Jabatan diisukan diperjualkan belikan oleh Zaini Ismail selaku Kepala BKD Riau dengan kisaran angka dari Rp 25 juta hingga Rp 500 juta. Sebagai contohnya, jabatan Kabid di Dinas PU dijual Rp 500 jt, Kabid di Disdik dijual Rp 200 juta. Sedangkan untuk jabatan eselon III dihargai Rp 100 juta, sementara eselon IV dihargai Rp 25 juta sampai dengan Rp 50 juta seperti yang dialami Indeswati harus membayar Rp 40 juta agar menjadi eseloan IV di Sekretariat DPRD Riau. (lis)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.