• Beranda
  • hukum
  • Polres Bengkalis Bantah Keluarkan Tersangka Dugaan Korupsi

Polres Bengkalis Bantah Keluarkan Tersangka Dugaan Korupsi

Minggu,20 Mei 2012 | 06:12:00 WIB Dibaca: 479 kali
Polres Bengkalis Bantah Keluarkan Tersangka Dugaan Korupsi
Ket Foto :

Bengkalis,utusanriau.com -  MES yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi Dana rutin kendaraan apung dan operasional Mobil Dinas (Mobnas) di bagian umum Sekretariat Daerah (Setda) pemerintahan Kabupaten Bengkalis, serta SPj fiktif yang merugikan negara senilai Rp 329.384.000 yang diperoleh dari hasil audit BPKP Provinsi Riau tanggal 27 Februari 2011 lalu. Pasca ditetapkan tersangka atas dugaan tindakan melakukan korupsi MES kini telah menajdi tahanan Polres Bengkalis.
 
Namun beredar kabar bahwa diduga MES keluar masuk tahanan Polres Bengkalis artinya berkeliaran. Dari berbagai sumber yang sedang hangat membicarakan masalah MES dan AE yang merupakan tersangka atas dugaan melakukan tindakan korupsi terhadap dana rutin kendaraan apung dan operasional kendaraan Mobnas pada bagian umum Setdakab Bengkalis.
 
Kapolres Bengkalis AKPB Toni Ariadi Efendi saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/5) lewat telepon selulernya, mantan Kapolres Siak ini merasa terkejut atas kabar tersebut, “Informasi dari mana, sampai saat ini yang namanya izin permohonan diperbolehkannya MES dapat keluar dari tahanan tidak ada sampai ke saya, apalagi mengenai diterimanya penangguhan penahanan terhadap tersangka tersebut,” bantah Kapolres.
 
Sejak tersangka MES ditahan, dikatakan Toni Ariadi, pihaknya tidak pernah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap MES bahkan kepada AE sekalipun. “Jangan menyebarkan isu yang tidak benar, jika benar MES berkeliaran jumpa dimana, dan hari apa, jam berapa MES keluarnya, kalau benar nanti saya kroscek informasi tersebut,” tanya Toni.
 
Toni juga sempat menegaskan, siapapun bawahannya yang mencoba untuk melakukan hal tersebut tanpa adanya perintah ataupun dasar hukumnya. “Jika benar, kita akan tindak tegas oknum anggota yang mencoba mengizinkan MES maupun AE keluar,” tegas Toni lagi.
 
Sementara, dengan nada emosi, Kasat Reskrim Polres Bengkalis Dalizon ketika menghubungi salah seorang wartawan lokal, lewat telepon seluler dengan nada tinggi. “Kau jangan menyebarkan isu yang tidak benar,” katanya dengan nada tinggi.
 
Meskipun sempat terpancing emosi percakapan, namun Dalizon menjelaskan sejak MES menjadi tahanan Polres Bengkalis tidak ada sekalipun memperbolehkan ataupun menginzinkan MES keluar dari tahanan.
 
“Apalagi dikabarkan berkeliaran di Kota Bengkalis. Itu tidak benar,” kata Dalizon.
 
Disinggung mengenai penangguhan terhadap MES, Dalizon menegaskan permohonan penangguhan terhadap MES belum pernah dikabulkan oleh pihaknya. “Penangguhan tidak ada, akan tetapi masa penahanan terhadap tersangka MES dan AE diperpanjang selama 90 hari. Berkas kasus kedua tersangka tersebut, saat masih dalam proses karena masih ada beberapa berkas yang harus dilengkapi, setelah P19 ini maka secepatnya akan dinyatakan lengkap (P21) kemudian segera mungkin akan dilimpahkan ke Kejaksaan Bengkalis,” kata Dalizon.
 
Terakhir Dalizon mengatakan, untuk penyidikan kasus MES dan AE terus dilanjutkan sampai saat ini. Apalagi di dalam penyidikan jika menemukan bukti-bukti keterlibatan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bagian umum bahkan sekalipun jika diketahui dugaan korupsi itu dananya ada mengalir ke bupati bahkan presiden sekalipun tetap diproses.
 
“KPA tetap kita periksa, jika terbukti terlibat maka akan diproses, bahkan jika dananya mengalir kepada bupati sekalipun presiden tetap diproses. Untuk itu mohon adanya dukungan dari berbagai pihak maupun masyarakat Bengkalis dan tetap mengedepankan kepercayaan serta berikan kepercayaan penuh atas perkara yang sedang didalami Polres Bengkalis terutama kasus dugaan tindakan korupsi tersebut,” tutup Dalizon. (eko)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.