• Beranda
  • otonomi
  • Mobil Dalmas Satpol PP Pemda Pelalawan, Tak Diizinkan Melintas Town Site II RAPP

Mobil Dalmas Satpol PP Pemda Pelalawan, Tak Diizinkan Melintas Town Site II RAPP

Rabu,07 September 2011 | 09:34:00 WIB Dibaca: 915 kali
Mobil Dalmas Satpol PP Pemda Pelalawan, Tak Diizinkan Melintas Town Site II RAPP
Ket Foto :

Pelalawan,utusanriau.com-Rombongam Satpol PP Kabupaten Pelalawan di hadang di pintu masuk Townsite II PT RAPP pada Rabu (07/09). Pasalnya  Satpol PP yang akan melintas dari kawasan pemukiman PT RAPP akan menghadiri undangan di kantor Pengadilan Negeri Pangkalan Kerinci yang terletak di Desa Makmur SP6   tidak diizinkan lewat oleh Security PT RAPP.

Pertengkaran mulut dan bersitegang antara security RAPP yang menjaga Pos Town Site II dengan Kasi OpsSatpol PP Kabupaten Pelalawan  terjadi karena hal ini dianggap telah melecehkan perangkat pemerintah Kabupaten Pelalawan yang sedang menjalankan tugas.

Arogansi security tidak mengizinkan mobil satpol PP lewat membuat kemacetan di pintu masuk dari Jalan Langgam ke perumahan townsite II tersebut  menjadi tontonan warga sekitar. Sejumlah wartawan pun turut menyaksikan kejadian Mobil Satpol PP terhalang di Pos Security Perumahan Town Site II PT RAPP.

Kasi Ops Satpol PP Taswir kepada wartawan menyesalkan sikap arogansi PT RAPP kepada perangkat pemerintah.  “Kita hendak memenuhi undangan Pengadilan Negeri, Karena Pengadilan Negeri meminta Satpol PP untuk pengamanan putusan PN eksekusi Lahan di Jalan lintas Timur Pangkalan Kerinci.

Namun Satpol PP diundang berkumpul dulu di kantor Pengadilan. Menuju Pengadilan melewati kawasan pemukiman PT RAPP, Namun disayangkan security PT RAPP tidak mengijinkan lewat” ungkapnya di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 9.00 Wib   mobil Dalmas Satpol PP di berhentikan oleh security PT RAPP . Padahal Satpol PP yang ingin menuju Pengadilan Negeri untuk berkumpul bersama tim guna melakukan pengamanan untuk eksekusi lahan undangan Pengadilan Negeri untuk pengamanan.

“Satpol PP seperti dianggap perampok, masak melintas dijalan ini saja tidak diizinkan atau tidak bisa dan langsung ditutup palangnya, memang kami ini pencuri apa kok di stop-stop seperti ini ” ,kata Kasi Ops Satpol PP KabupatenPelalawan yang mengaku tidak terima atas perlakuan security perusahaan.

Taswir menjelaskan bahwa rombongannya melewati jalan townsite II PT RAPP untuk melakukan tugas dan  jalan yang dilalui adalah jalan yang biasa dilalui masyarakat umum, selain itu dia mengatakan bahwa di sepanjang jalan juga tidak ada larangan perboden yang melarang mobil milik pemerintah dilarang masuk atau mobil colt diesel dilarang masuk.

”Memang negara ini milik siapa rupanya kok se enaknya aja mereka melarang masuk aparat pemerintah yang sedang menjalankan tugas, lagian kalau kita dilarang masuk toh enggak ada larangan atau perboden mobil pemerintah dilarang masuk atau mobil coltdiesel dilarang masuk, emangnya kita ini pencuri ya”, ucap Taswir dengan kesal.
 
Sementara itu Marhalim Security yang bertugas di pos tersebut yang nekat memberhentikan mobil Satpol PP  mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya.

Menurutnya sesuai prosedur bahwa semua nya atas perintah atasanya dan dia sebagai bawahan hanya menjalankan tugas, "Saya hanya menjalankan tugas bang, perintahnya mobil colt diesel enggak boleh melintas di jalan ini, untuk lebih jelasnya tanya sama atasan saya aja pak." katanya.

Dengan belum adanya kejelasan yang pasti kenapa mobil satpol PP tidak boleh melintas, Taswir beserta puluhan anggotanya tetap tidak bergerak dari posisi pintu townsite II. “Kami tidak akan bergerak sebelum ada kejelasan dari atasan mereka kenapa kami ditahan dan tak boleh melintas, apa salah kami, kalau kami salah siap di proses hukum. Ini negara hukum bukan seenaknya melakukan sesuatu tanpa dasar hukum, ucap Taswir.
     
Sementara itu setelah adanya ketengangan, Public Relation Head PT RAPP Mabrur AR datang kelokasi pos town site II dimana truk Sat Pol PP ditahan.  Mabrur menjelaskan bahwa penahanan ini dilakukan oleh pihaknya bukan disengaja, “ Maaf pak, ini bukan disengaja, ini cuma masalah miskomunikasi saja, karena komunikasi terputus makanya insiden ini terjadi, sebab biasanya siapapun yang melintas kalau kendaraan pemerintah pasti lewat.

Sebelumnya anggota saya sudah saya kasi tahu, jadi masalah ini sekali lagi saya katakan cuma masalah miskomunikasi,” ucap Mabrur kepada Kasi Ops Satpol PP.

Setelah mendapat pengertian, akhirnya kasi ops Satpol PP Taswir pun melemah dan melangsungkan perjalanan mereka menuju ke Pengadilan Negeri. "Kedepan seharusnya kalian pilah-pilahlah mana yang mau distop dan mana yang tidak, masak mobil pemerintah di stop yang melakukan tugas juga, "imbuh Taswir kepada pihak perusahaan PT RAPP.

Kakansatpol PP Kabupaten Pelalawan Nipto Anim yang mengetahui kejadian, menyesalkan sikap arogansi perusahaan yang menghadang mobil dalmas satpol PP.  Kakan justru mempertanyakan perizinan portal yang dipasang PT RAPP.

Saya sangat menyesalkan sikap perusahaan, karena dengan jelas menghadang petugas, justru perizinan portalnya itu di pertanyakan” kata Nipto kepada wartawan.**

(pangaribuan)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.