IPP Prinsip Tv dan Radio di Riau Disetujui

Rabu,29 Agustus 2012 | 09:02:00 WIB Dibaca: 598 kali
 IPP Prinsip Tv dan Radio di Riau Disetujui
Ket Foto : Kordinator Perizinan KPID Riau, Alnofrizal,

Pekanbaru,utusanriau.com-Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI setuju mengeluarkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) prinsip atau izin sementara sejumlah televisi dan radio di Riau.

IPP sementara ini disetujui setelah Kemenkominfo menggelar Forum Rapat Bersama (FRB) dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, baru-baru ini di Bangka Belitung.

"Dalam FRB tersebut, kita membahas tentang izin televisi dan radio di sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Riau. Dan dari rapat tersebut, diputuskan ada tv dan radio yang kita sepakati dikeluarkan izinnya, namun ada pula yang ditolak," jelas Kordinator Perizinan KPID Riau, Alnofrizal, kepada wartawan Selasa (28/8) kemarin.

Dijelaskan Alnofrizal, dengan disetujuinya izin sementara tersebut, tv dan radio bersangkutan dipersilahkan melakukan ujicoba siaran. "Masa ujicoba siaran untuk itu untuk radio selama 6 bulan, dan televisi selama satu tahun," jelas Alnof.

Dilanjutkannya, setelah selesai ujicoba siaran, nantinya Kemenkominfo bersama KPID Riau akan melakukan evaluasi ujicoba siaran. "Apabila lulus ujicoba siaran tersebut, tv dan radio itu akan diberikan IPP atau izin tetap oleh Menkominfo," tegas Alnof.

Kepada wartawan, Alnof menyebutkan tv dan radio yang memperoleh IPP prinsip tersebut antara lain: Teleframe Tv Pekanbaru, radio Pratama FM Kampar, Jalur Sakti FM Kampar, Narwastu Murni FM Baganbatu, Aidea TV Kabel Tembilahan, Meranti Vision TV kabel Selatpanjang, Mandiri Jaya Vision Tv Kabel Dumai, dan Smart Media Tv kabel Pekanbaru.

Permohonan Dua TV Ditolak

Selain menyetujui IPP prinsip diatas, pada FRB itu juga diputuskan bahwa dua lembaga penyiaran televisi ditolak permohonan izinnya. Dua televisi tersebut adalah TVone Pekanbaru dan AMI Tv Bangkinang.

"Alasan penolakan tersebut, karena di Pekanbaru dan Bangkinang, frekuensi untuk televisi sudah habis. Namun, pada tahun depan, kesempatan untuk memperoleh izin tersebut mungkin bisa terbuka karena frekuensi tv akan menggunakan sistem digital, bukan sistem analog seperti sekarang," terang Alnof. (rls)

Baca Berita Terkait

Berita Lainnya

APA KOMENTAR ANDA...???
comments powered by Disqus
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.